Social Icons

Showing posts with label Panas Bumi Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Panas Bumi Indonesia. Show all posts

Tuesday, 28 May 2013

Terciptanya Boiler Alam Dalam Perut Bumi

Pada dasarnya bumi kita ini terdiri dari beberapa bagian, bagian terluar adalah lapisan kulit. Tebalnya berkisar 30 hingga 40 km di daratan atau dilautan berkisar 7 hingga 10 km. Bagian berikutnya dinamakan mantel, yang terdiri atas batuan yang dalamnya mencapai 3000 km, dan yang berbatasan dengan inti bumi yang panas sekali. Inti bumi terdiri dari inti cair atau inti meleleh yang mencapai 2000 km. Kemudian paling tengan berupa inti keras yang mempunyai garis tengah sekitar 2600 km.

Panas inti bumi mencapai 5000 derajat celcius lebih. Diperkirakan ada dua sebab mengapa inti bumi begitu panas. Pertama disebabkan oleh tekanan yang begitu besar karena gravitasi bumi mencoba mengompres atau menekan materi, sehingga bagian tengan menjadi paling terdesak.

Sebab kedua bahwa bumi mengandung banyak bahan radio aktif seperti uranium-238, uranium0235 dan thorium-232. Bahan radioaktif tersebut membangkitkan jumlah panas yang tinggi. Panas tersebut dengan sendirinya berusaha mengalir keluar, akan tetapi tertahan oleh mantel bumi yang mengelilinginya. Menurut perkiraan rata-rata panas mencapai permukaan bumi adalah 400kCal/m2 setahun.

Pada permukaan bumi sering terdapat sumber-sumber air panas atau bahkan sumber uap panas. Panas tersebut berasal dari batu-batu yang meleleh atau magma yang menerima panas dari inti bumi.



Magma yang terletak didalam lapisan mantel akan memanasi suatu lapisan batu padat. Diatas batu padat terletak suatu lapisan batu berpori yaitu batu yang mempunyai banyak lubang kecil. Bila lapisan batu berpori ini berisi air yang berasal dari air tanah atau resapan air hujan atau resapan air danau maka itu turut dipanaskan oleh lapisan batu padat tersebut. Olehkarena itu dengan temperatur yang sangat tinggi terciptalah air panas atau bahkan uap dalam lapisan batu berpori. ada yang menarik lagi karena diatas batu berpori terdapat satu lapisan batu padat, maka lapisan batu berpori berfungsi sebagai boiler (seperti yang ada pada PLTU) tapi ini boiler alam. Uap dan air panas bertekanan akan berusaha keluar ke atas permukaan bumi.

Gejala panas bumi pada umumnya tampak dipermukaan bumi berupa mata air panas, fumalora, geyser dan sulfatora. Dengan melakukan pengeboran, uap bumi yang bersuhu sangat tinggi dan tekanan tinggi dapat diambil dari dalam bumi dan dialirkan untuk memutarkan turbin generator listrik.

Geothermal Energy (PLTP Gunung Salak)

Panas bumi makin kesini semakin marak diperbincangkan oleh orang banyak karena merupakkan energy terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk kelistrikan indonesia, Berita yang dituliskan whatindonesia.com menyatakan bahwa potensi panas bumi di indonesia mencapai 29.000 mega watt atau sama dengan 40% potensi panas bumi di dunia. Dengan potensi tersebut indonesia berpeluang mendirikan PLTP (Pusat Listrik Panas Bumi) yang cukup banyak untuk mendukung kelistrikan negeri ini.

 Cooling Tower PLTP Gunung Salak

Salah satu PLTP yang dimiliki oleh indonesia telah berdiri sejak tahun 1993 yaitu PLTP Gunung Salak yang terletak di barisan kaki gunung salak dengan ketinggian 900 dpl. PLTP gunung salak menghasilkan listrik sebesar 180 mega watt terdiri dari unit 1, 2 dan 3. sudah hal biasa kalau PLTP didirikan di dataran tinggi dan juga PLTP identik atau bersahabat sekali dengan lokasi gunung berapi karena disitulah terdapat uap panas bumi.

PLTP gunung salak memanfaatkan uap panas bumi dengan tipe water dominated (80% presentase terdiri dari air panas) yang disalurkan untuk memutarkan turbin uap kapasitas 60 MW. Mau tau gimana si proses terjadinya listrik di PLTP ? yuk kita bahas bersama.

Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225oC), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150‐225oC). Pada dasarnya sistim panas bumi jenis hidrothermal terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy). Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan untuk bergerak kebawah, akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.

Melalui eksplorasi pengeboran dengan kedalaman mencapai ribuan meter sehingga sumur yang mempunyai potensi uap akan mengeluarkan uap berupa fase air panas. Uap dengan presentase air sekitar 80% tidak dapat langsung dialirkan untuk memutar turbin uap karena turbin memiliki spesifikasi khusus untuk menerima uap. Uap panas bumi sebelum memutarkan turbin terlebihdahulu di treathment dengan menggunakan peralatan yang bernama separator uap, pada peralatan tersebut uap panas bumi dipisahkan dengan kotoran-kotoran dan partikel berat seperti air. Loh kok bisa si terpisahkan didalam separator? prinsipnya yaitu menggunakan prinsip sentripugal, dimana uap diarahkan ke dinding separator sehingga partikel yang berat jenis nya lebih berat akan berada di bagian bawah separator dan uap kering yang berat jenisnya lebih rendah akan berada pada bagian atas dari separator, yang kemudian dialirkan menuju unit PLTP.

Sebelum uap masuk ke dalam turbin, uap melewati saringan terakhir yang berfungsi untuk menyaring kembali air dan kotoran yang masih terbawa, sehingga uap benar-benar kering yang digunakan untuk memutarkan turbin. Turbin berputar dengan mengkopel generator listrik yang ikut berputar, akibat gaya putar tersebut didalam generator terjadinya GGL (gaya gerak listrik) sesuai dengan hukum faraday. Listrik keluaran generator di PLTP gunung salak sebesar 11,8 Kilo volt dan kemudian di naikan menjadi 150 KV di trafo utama untuk disalurkan ke masyarakat pengguna listrik. 

Kok perlu dinaikan sih ke 150 KV? kenapa tidak 11,8KV saja yang langsung disalurkan ke jaringan listrik PLN. 

 Tunggu pembahasan selanjutnya yah =D